Rudy menjelaskan, kerja sama lintas instansi difokuskan tidak hanya pada fasilitas utama stadion, tetapi juga seluruh area pendukung demi menjamin kenyamanan, keamanan, dan kebersihan bagi pemain, ofisial, suporter, maupun masyarakat luas.
"Karena itu, kesiapan tidak hanya difokuskan pada stadion, tetapi juga lingkungan di sekitarnya agar bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung," ujar Rudy di Cibinong, Minggu (26/7).
Kabupaten Bogor dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan perdana turnamen ini. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan ajang olahraga bertaraf internasional.
"Kita tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Bogor, tetapi juga membawa wajah bangsa Indonesia," tegasnya.
Selain kegiatan bersih-bersih massal yang melibatkan berbagai pihak, Rudy juga menginstruksikan pengecekan menyeluruh fasilitas mulai dari kebersihan toilet, lapangan, tribun, hingga sarana penunjang lainnya agar memenuhi standar internasional. Penataan juga dilakukan di kawasan luar stadion, meliputi pengaturan parkir, rekayasa lalu lintas, hingga penataan pedagang kaki lima.
Pengaturan tersebut dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu akses menuju stadion.
"Kita ingin ekonomi tetap bergerak, pedagang tetap berjualan, tetapi semuanya harus tertata dengan baik. Jangan sampai parkir liar menghambat akses masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan," tandas Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengajak seluruh warga turut berpartisipasi menjaga kebersihan dan ketertiban demi kesuksesan ajang ini.
Editor : Gun
Social Footer