Independen News

Kisah Arif, Pemulung Tunagrahita di Bekasi yang Konsisten Berkurban dari Uang Receh​

Arif dan KDM
BEKASI (Varia Independen) Di tengah hiruk-pikuk kehidupan malam Kota Bekasi, Jawa Barat, sesosok pria dengan sepeda tua tampak setia menyusuri jalanan sunyi. Pria itu adalah Arif (36), seorang penyandang tunagrahita yang sehari-hari bertahan hidup dengan mengumpulkan kardus bekas.

​Keterbatasan fisik dan mental tidak pernah mengenyam bangku sekolah, serta kesulitan berkomunikasi secara verbal, tak menghalangi tekadnya untuk menunaikan ibadah kurban. Luar biasanya, aksi mulia ini telah dilakukannya secara konsisten selama enam tahun berturut-turut.

​Setiap malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga menjelang subuh, Arif mengayuh sepedanya mengelilingi wilayah Bekasi Utara. Targetnya adalah toko-toko yang baru saja tutup, berharap ada sisa-sisa kardus layak jual yang bisa ia bawa pulang. Pada boncengan sepedanya, selalu terikat sebuah celengan kayu kecil tempat ia menyisihkan rupiah demi rupiah.

​"Uang yang ia kumpulkan kebanyakan pecahan Rp2.000. Sedikit demi sedikit disimpan sampai celengan itu penuh," tulis unggahan narasi media sosial mental_juara.id yang viral baru-baru ini.

​Dari hasil jerih payahnya mengumpulkan uang receh selama berbulan-bulan, Arif berhasil mengumpulkan uang tunai sebesar Rp2,6 juta untuk membeli seekor kambing kurban secara mandiri tanpa bantuan finansial dari pihak lain.

​Kisah keteguhan hati Arif ini sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun-tahun awal, pihak keluarga terkadang masih harus membantu menutupi kekurangan biaya pembelian hewan kurban. Namun, tepat pada Idul Adha tahun 2021, untuk pertama kalinya Arif mampu melunasi seluruh biaya pembelian kambing kurbannya dari hasil memulung sendiri.

​Di lingkungan tempat tinggalnya, Wisma Asri II Bekasi, Arif dikenal luas sebagai sosok yang ringan tangan. Selain memulung, ia kerap membantu mencuci piring di gerobak bakso milik warga, membersihkan masjid, hingga menyalakan lampu jalanan kampung setiap malam tiba.

​Kisah keikhlasan Arif yang viral di jagat maya akhirnya menarik perhatian tokoh masyarakat, Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta tersebut datang langsung menemui Arif di kediamannya untuk mengapresiasi kegigihannya.

​Sebagai bentuk penghargaan atas ketulusannya, pihak donatur mengembalikan seluruh uang tabungan Rp2,6 juta milik Arif secara utuh agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sementara itu, biaya pembelian kambing kurbannya diganti sepenuhnya oleh Dedi Mulyadi.

​Arif tidak pernah meminta untuk dikasihani ataupun menjadi viral. Ia hanya memiliki satu keinginan sederhana: terus berkurban setiap tahun dari hasil keringatnya sendiri. Kisah Arif menjadi tamparan sekaligus inspirasi nyata, bahwa keikhlasan dan ketakwaan tertinggi sering kali lahir dari mereka yang tidak mampu menyuarakannya dengan kata-kata.

Sumber : juara.id

Editor   : GN


Type and hit Enter to search

Close