BOGOR,Varia Independen– Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor memulai langkah baru dalam pelestarian seni tradisi. Momentum ini ditandai dengan pelantikan pengurus DPD dan DPC PPSI Kabupaten Bogor masa bakti 2026–2031 yang digelar di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu (11/4/2026).
Tak sekadar seremoni pelantikan, acara bertajuk "Ngistrenan Pupuhu" ini juga dirangkaikan dengan Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat memperebutkan Piala Ketua DPD PPSI. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat struktur organisasi sekaligus memberikan panggung bagi para pesilat lokal.
Komitmen Pelestarian Budaya
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi PPSI. Menurutnya, pencak silat adalah warisan luhur yang menjadi identitas bangsa.
"Kehadiran pemerintah dalam acara ini adalah bentuk dukungan nyata untuk pelestarian seni budaya. Pencak silat harus terus dikembangkan agar tetap menjadi kebanggaan di tengah masyarakat," ujar Yudi.
Senada dengan hal tersebut, ajang pasanggiri ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai tradisi. Melalui kompetisi, kualitas seni pencak silat di Kabupaten Bogor diharapkan terus meningkat dan mampu bersaing di level yang lebih luas.
Panggung Regenerasi dari Berbagai Usia
Pasanggiri kali ini diikuti oleh ratusan peserta yang terbagi dalam berbagai kategori, mulai dari kategori Tunggal, Rampak, hingga Ijen. Menariknya, peserta datang dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.
Ajang ini menjadi ruang bagi para praktisi seni budaya untuk bersilaturahmi dan bertukar ilmu antar-paguron. Dengan semangat kepengurusan yang baru dilantik, PPSI Kabupaten Bogor optimistis dapat membawa seni ibing pencak silat tetap relevan dan dicintai oleh lintas generasi.
Melalui sinergi antara pengurus yang baru dikukuhkan dan dukungan instansi terkait, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan kebudayaan lokal di Kabupaten Bogor sesuai dengan cita-cita "Muliasara Budaya Ngawangun Nagara".
Editor : Gunawan
Social Footer