Dalam kunjungannya, Wakasad didampingi langsung oleh Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad, Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar. Kehadiran pimpinan tinggi TNI AD ini guna memastikan proses penjaringan personel berjalan sesuai standar tinggi yang ditetapkan.
Jamin Seleksi Objektif dan Transparan
Letjen TNI Saleh Mustofa menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan tahap krusial. Prajurit yang terpilih nantinya akan menjadi representasi TNI AD dalam menempuh pendidikan militer bergengsi di luar negeri.
"Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, serta menghasilkan prajurit-prajurit terbaik," tulis keterangan resmi Divif 1 Kostrad.
Program pendidikan di Pakistan tersebut dipandang sebagai wadah strategis untuk meningkatkan profesionalisme, khususnya di bidang taktik serta kepemimpinan tempur prajurit.
Lari 5 Km di Markas Kostrad
Ada momen menarik dalam peninjauan di Cilodong kali ini. Usai memantau jalannya seleksi, Wakasad dan Pangdivif 1 Kostrad tampak membaur dengan para peserta seleksi untuk melaksanakan lari bersama.
Rombongan berlari menempuh jarak 5 kilometer mengitari kawasan markas. Selain untuk memelihara ketahanan fisik, kegiatan lari bareng ini dilakukan untuk membakar semangat para peserta seleksi yang sedang berjuang.
"Momentum ini tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran fisik, tetapi juga mempererat soliditas serta jiwa korsa di lingkungan prajurit TNI AD," tutupnya
Redaksi
Social Footer