Dalam video tersebut, Rudy awalnya menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan yang mungkin melukai hati masyarakat. Namun, kalimat penutupnya yang bernada instruktif memicu polemik:
"Tapi kalau kau tidak bisa berbuat baik untuk satu orang, minimal kau diam, jangan bikin gaduh, biarkan yang lain membangun Bogor bersama-sama."
Kritik Tajam NGO KBB: "Kritik Bukan Kegaduhan"
Ketua Umum NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB), Rizwan Riswanto, S.IP, memberikan respons keras terhadap diksi "jangan bikin gaduh" yang dilontarkan orang nomor satu di Kabupaten Bogor tersebut. Menurut Rizwan, pernyataan tersebut berpotensi membungkam nalar kritis masyarakat.
"Permohonan maaf tentu kita apresiasi, itu sikap ksatria. Namun, pesan agar masyarakat 'diam dan jangan bikin gaduh' sangat tendensius. Dalam kacamata demokrasi, kritik adalah vitamin, bukan kegaduhan," ujar Rizwan saat diwawancarai pada Senin (16/2/2026).
Ancaman Fenomena Silent Majority
Rizwan juga menyoroti dampak psikologis pernyataan pejabat publik terhadap fenomena silent majority di Kabupaten Bogor. Ia mengkhawatirkan masyarakat yang memiliki aspirasi justru semakin enggan bersuara karena takut dicap sebagai "pembuat kegaduhan."
"Silent majority di Bogor itu nyata. Banyak warga yang paham persoalan kebijakan publik tapi memilih bungkam karena tekanan sosial atau merasa suara mereka tidak akan didengar. Jika pemimpin meminta mereka 'diam', ini justru memperburuk sumbat komunikasi antara rakyat dan pemerintah," jelasnya.
Lebih lanjut, Rizwan menekankan beberapa poin krusial bagi Pemerintah Kabupaten Bogor:
Ruang Dialog: Membangun Bogor tidak bisa dilakukan dengan menutup mata terhadap evaluasi.
Kontrol Sosial: Kritik merupakan elemen wajib dalam tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Partisipasi Publik: Ajakan membangun bersama harus melibatkan suara-suara yang berbeda, bukan hanya yang sepakat.
Menanti Keterbukaan Pemkab Bogor
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih menjadi bola panas di jagat maya. Sebagian netizen menganggap pernyataan Bupati sebagai imbauan menjaga kondusivitas, namun kelompok aktivis dan akademisi mendesak agar kontrol sosial tidak dipangkas atas nama ketertiban.
Publik kini menanti langkah nyata Pemkab Bogor dalam membuktikan bahwa semangat "Membangun Bersama" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk membuka ruang bagi aspirasi sekecil apa pun.
Red
Social Footer