Menurut Hasbil, inisiatif Presiden merangkul tokoh-tokoh di luar pemerintahan merupakan sinyal positif bagi konsolidasi nasional. Hal ini dianggap mampu membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam perumusan kebijakan strategis negara.
Menjaga Harmoni dan Fondasi Kebangsaan
Hasbil secara khusus menyoroti pertemuan intensif Presiden dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh agama, hingga pengasuh pondok pesantren. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata dalam merawat harmoni sosial.
"Dialog dengan kelompok keagamaan sangat krusial untuk menjaga stabilitas dan memperkuat nilai moderasi, terutama di tengah dinamika global yang kian kompleks," ujar Hasbil dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/2/2026).
Optimisme di Panggung Dunia
Di level internasional, Hasbil memberikan catatan positif atas kehadiran Presiden Prabowo dalam World Economic Forum (WEF) 2026. Penampilan kepala negara di forum ekonomi bergengsi tersebut dinilai berhasil memproyeksikan optimisme Indonesia ke mata dunia.
"Kepercayaan diri Presiden di WEF mencerminkan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan global sekaligus menjadi daya tarik bagi investasi dan potensi nasional," lanjutnya.
Sinergi Pusat-Daerah dan Diplomasi Kolaboratif
Selain isu internasional, Hasbil juga memuji visi yang disampaikan Presiden dalam Rakornas 2026 bersama seluruh kepala daerah. Pidato tersebut dinilai memberikan arah pembangunan yang sinkron antara pemerintah pusat dan daerah.
Terakhir, Hasbil mengapresiasi keterbukaan Prabowo dalam membahas politik luar negeri dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari:
- Mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri.
- Anggota Komisi I DPR RI.
- Kalangan Akademisi.
"Langkah-langkah ini menunjukkan kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang. Kami berharap pola dialog ini memperkuat persatuan nasional dan posisi Indonesia di kancah global," pungkas Hasbil.
Gun
Social Footer